Beranda / Berita / Ipal Komunal KP. Pasir Pari RW 004

Ipal Komunal KP. Pasir Pari RW 004

IPAL atau Instalasi Pengolahan Air Limbah adalah sarana untuk mengolah limbah cair (limbah dari WC, dari air cuci/kamar mandi). Yang akrab bagi masyarakat adalah IPAL untuk limbah WC lebih dikenal dengan sebutan septik tank.


IPAL bisa dibangun secara pribadi atau digunakan untuk satu keluarga/bangunan dan dioperasikan sendiri. Bisa juga satu IPAL digunakan bersama-sama atau komunal seperti di kp.pasir pari rw 004 desa kiarasari kec.sukajaya kab.bogor telah mempunyai alat untuk mengolah limbah cair yang bertujuan untuk meminalisir pencemaraan lingkungan, 


Pada hari jumat, 8 pebruari 2019, diresmikannya ipal komunal yang terletak di kp.pasir pari Rw 004 oleh bapak dayat (kepala desa kiarasari), dalam sambutannya beliau mengakataan “ ipal komunal ini sudah terbangun, saya harap bapa/ibu dapat memanfaatkannya dengan baik”.
demi terawatnya ipal tersebut pemerintah setempat menunjuk (KSM) untuk merawat atau mengelola ipal komunal tersebut. Bapak Maman Saparudin(Rw 004) mengatakan dalam wawancancara dengan medika “ipal ini salah satu program sanitasi upaya untuk meningkatkan kesehatan masyarakat dan meminalisir pencemaraan lingkungan,yang tadinya air limbah kotor,hitam,bau,tercemar sekarang (8 februari 2019) sudah terkaper dengan adanya ipal yang dikelola oleh KSM. sampai saat ini (8 februari 2019) sudah tersambung 50.sr”


Selain dijadikan sebagai pengelolaan air limbah pengelola ipal ini mendisain untuk lebih bermanfaat yang dijadikan sebagai taman baca masyarakat, untuk mengisi sela-sela waktunya warga kp.pasir pari baik anak-anaak,remaja,dewasa telah berkunjung ke teman baca mayarakat atau akrabnya disebut TBM. Lalu siapakah sang inisiator dibalik ini? yaaa betul salah satunya bapak Nurodin.S.H (mantan kepala desa kiarasari kini menjadi anggota Dewan terpilih Davil 5).


Sang inisiator mengatakan dalam wawancara bersama medika mengatakan “kita harus mensyukuri apa saja yang dilasanakan dan dibangun oleh pemerintah, swadaya masyarakat. Lalu syukur itu tidak hanya diucap tapi diaplikasikan,dimanfaatkan, dan dipelihara. Tentu harus ada partisipasi di masyarakt untuk mengurus nanti bersinergi dengan pengelola agar ipal tersebut terjaga, manfaat ipal ini yang pertama untuk meningkatkan drajat kesehataan masyarakat, kedua diatasnya dijadikan sebagai taman baca masyarakat atau TBM”.

Lihat juga

Dosen Prodi Ilmu Komunikasi UTA’ 45 Jakarta Mengadakan Sosialisasi Pemberdayaan Perempuan Dengan Tema” Ladies Follows Your Dreams”

Ibu Vidya Kusumawardani, M.Si tengah memberikan pemaparan kepada ibu-ibu warga desa Kiarasari yang mengangkat tema …

3 Komentar

  1. Ini adalah komentarku

  2. Tara Mandi 92

    ko

  3. Isi komentar anu alus..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *